Kakekku
Tohardjo Warto lahir di sebuah desa kecil di Kabupaten Magelang pada tanggal 17 Mei 1931. Beliau anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Sumono Warto dan Kartinah. Kehidupannya sangat sederhana dan bersahaja.
Beliau sekolah di TK Pertiwi Candimulyo lalu melanjutkan ke Sekolah Dasar Negeri 1 Candimulyo,namun pada saat itu nama sekolahnya masih menggunakan bahasa Belanda. Setelah lulus Sekolah Dasar,beliau tidak melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama dikarenakan jarak sekolah dengan rumahnya sangat jauh. Sejak saat itu beliau bekerja serabutan, terkadang kalau tidak ada pekerjaan beliau membantu ayahnya mencari rumput untuk beberapa sapi peliharaan keluarganya dan bertani. Walaupun beliau dilahirkan di keluarga yang berkecukupan, tetapi beliau tetap bekerja keras untuk mencari uang dengan hasil keringatnya sendiri. Sampai pada umur beliau yang menginjak 25 tahun, beliau menikah dengan seorang wanita pujaan hatinya bernama Paini. Dan hasil dari pernikahannya,mereka dikaruniai 2 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Dalam mendidik anaknya,baliau selalu mengajarkan kepada anaknya untuk selalu bekerja keras,pantang menyerah,dan tidak boros. Beliau mengatakan "Walaupun kalian lahir dari keluarga yang berkecukupan,kalian harus tetap berusaha untuk mencari uang sendiri,mandiri karena tidak selamanya manusia berada diatas,akan ada saatnya kita berada dibawah. Dan dengan berjalannya waktu,tahun 2007 dengan kerja keras dan izin dari Allah,Swt beliau bisa menunaikan ibadah haji,ini merupakan salah satu cita-cita besarnya. Dan sampai saat ini beliau mempunyai 14 cucu.
Tohardjo Warto merupakan sosok suami,ayah,dan kakek yang sangat sederhana,bersahaja,dan pekerja keras. Banyak sekali keteladanan yang bisa kita ambil dari sosok beliau. Maka dari itu saya mengatakan bahwa kakek adalah penghuni hati yang abadi bagi istri,anak,serta cucunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar